- Tenaga Outsource Pendidikan D3 (diutamakan IT)
- Sabar dan Ramah
- Memahami proses IT
- Memiliki kemampuan analisa
- Pernah menangani trouble shooting IT
- Siap bekerja Shift
Kontak:
Kirimkan CV via email ke: Syam Wasito
Kontak:
Kirimkan CV via email ke: Syam Wasito
Meskipun sudah berkecimpung hampir 15 tahun di dunia IT (kuliah & kerja), tapi saya bukanlah orang yang terlalu menggilai teknologi. Jadi ketika banyak sahabat yang bertanya, "Account Facebook-mu opo, Syam?" Dengan enteng saya menjawab, "Nggak nduwe, rek...". Wah macam-macam reaksinya. Ada yang spontan menyibir, "Cik medhite' rek!". Dia bilang saya pelit ndak mau bagi-bagi account facebook. Sebagian besar tidak percaya, search sendiri dan hasilnya memang hingga hari ini saya belum punya account Facebook ini :) Ada juga account Friendster lama saya yang sudah mulai ditinggalkan umatnya.
Begitu juga ketika Blackberry mulai booming di negeri ini. Teman-teman banyak yang tanya PIN BB saya. Saya jawab (sekali lagi), "Nggak nduwe, rek. Kalau PIN ATM bijimane? Gelem tah?". Sampai akhirnya policy di company tempat saya melaut mengais rejeki mewajibkan setiap jabatan struktural tertentu untuk memakai gadget smartphone ini, untuk kemudahan komunikasi dgn fitur push mail dan pengambilan keputusan yang lebih cepat dgn fitur BB Messenger nya. .jpg)
Bukannya saya anti social, anti kemapanan atau anti kemajuan - tapi saya berpandangan bahwa sepanjang belum terlalu saya butuhkan, maka saya memilih untuk tidak menggunakan teknologi tsb. Hingga pada suatu kesempatan saya baca tulisan Prof. Richardus Eko Indrajit "CARA CEPAT UPDATE PENGETAHUAN". Tulisan ini berisi kiat agar praktisi IT dapat stay update dan bertahan di dunianya yang bergerak sangat cepat itu. Mulai-lah saya membuat account Twitter, trial aplikasi-aplikasi yang ada di BB, langganan E-Newsletter dari TechRepublic dan seterusnya.
Saat musim Mudik lalu barulah saya merasakan manfaat dari teknologi ini. Mobil kami sekeluarga sempat "tersesat" saat perjalanan dari Malang menuju Nganjuk, Jawa Timur. Jalan-jalan utama banyak yang ditutup dan lalu lintas dialihkan ke jalur alternatif. Disini petualangan di mulai. Di awal perjalanan saya sudah berinisiatif untuk memantau kepadatan lalin dengan follow Twitter lokal seperti @InfoMalang dst. Tapi ada saatnya kita tidak dapat terlalu tergantung pada community ini. Tidak hanya community virtual (Twitter), tapi juga community yang real world. Maksudnya, saya sebagai co-pilot dan navigator di mobil tsb tidak bisa terus-menerus bertanya pada warga lokal di sepanjang jalan yg saya jumpai. Karena selain susah ketemu orangnya (hari sudah menjelang malam dan di pedesaan jarang sekali ada orang-orang yang nongkrong di depan rumah), juga karena wilayah Nganjuk yang cukup luas - tak heran bila tidak semua warga hafal arah yang kita tanyakan.
In the last minute, saat kami mulai desperate - barulah teringat kalau di BB saya ada aplikasi Google Maps. Dan Alhamdulillah, alamat yang kami cari dapat ditemukan. Dan kombinasi sukses Om BlackBerry dan Tante Google Maps ini diakhiri dengan habisnya battery BB tepat saat mobil memasuki garasi rumah di Surabaya. Wah pas banget ya... Dengan segala kemudahan teknologi ini, pantesan bila TGIF yang di Amrik sono tadinya berarti Thanks God It's Friday mulai berubah menjadi Twitter Google IPhone Facebook.(Syam Wasito)
Picture: www.feedberry.com, gdgtgw.com, ericdavidgreenspan.files.wordpress.com

So, butuh tempat bermalam? Coba saja Kartika Wijaya Batu Heritage. Hotel yang terletak di jantung kota ini dapat ditempuh dalam waktu 20 menit dari kota Malang, jaman opa-oma dulu dikenal sebagai Kleine Schweiz atau Little Switzerland. Mungkin karena arsitektur bangunannya, terutama area Lobby yang bergaya kuno. Jadi ingat bentuk Loji-loji (rumah bangunan jaman Belanda, biasanya terletak di pinggir jalan raya besar).
Ada 79 kamar dengan 3 pilihan kelas (Junior Suite, Superior dan Deluxe). Saya berkesempatan mencoba kelas Deluxe pada libur lebaran lalu. Simple dan bersih seperti hotel kebanyakan. Nuansa lebaran telah terasa sejak masuk pintu kamar. Ada hiasan bedug kecil + ketupat. Di sudut meja rias ada welcome snack dan roti unyil berhias ketupat di tepi keranjang dan toples-nya.
Jangan berharap Anda menemukan AC di dalam ruangan hotel yang terletak 900 meter di atas permukaan laut ini. Karena dinginnya hawa pegunungan pun sudah cukup menyejukkan suasana liburan Anda. Pun begitu Anda membuka jendela kamar, Wow...deretan bukit hijau yang dihiasi kabut tipis mulai turun menyentuh kota. Nun jauh pohon cemara, pinus dan kelapa berbaris berjajar seakan jadi pagar hotel yang luasnya 2 hektar itu.









1. Buka dan kunjungi http://www.serambi-kita.blogspot.com/
2. Pilih dan Baca [cukup satu atau LEBIH untuk KESEMPATAN menang yang lebih besar] entry blog dengan Label: CURHAT, KULINER, TRAVEL atau HOBBY pilihan kamu
3. Tulis komentar TERBAIK kamu, dan pastikan muncul di kolom KOMENTAR TERBARU sebelah kanan blog ini.
4. Campaign ini akan kami tutup pada 1 Agustus 2010, hanya untuk sahabat tercinta dan tidak dipungut biaya apapun. Pemenang akan kami umumkan di blog ini pula.
5. Sebuah buku menarik akan kami kirimkan via pos, untuk KOMENTATOR terbaik.
Picture: http://www.mannythemovieguy.com/

.jpg)
Did you know...
· Seandainya Facebook adalah suatu negara, maka Facebook akan menjadi negara terbesar ketiga di dunia setelah China dan India. Konon kabarnya, di Indonesia saja sudah lebih dari 17juta Facebookers.
· Youtube adalah aplikasi Search Engine terbanyak dipakai kedua setelah Google.
· Kota dengan pemakai Blackberry terbesar di dunia adalah JAKARTA. Si presenter bilang jumlahnya mencapai 700ribu lebih dan terus bertumbuh seiring dengan promo bundling para operator GSM.
· 78% customer lebih percaya pada rekomendasi rekannya pada saat memilih suatu product ketimbang mempercayai advertisement resmi dari sang produsen yang hanya mencapai 14%. Ini adalah hasil riset AC Nielsen pada tahun 2008.
Apa arti dari paparan fakta-fakta di atas?
Yuk kita baca kembali, perlahan-lahan satu persatu fakta di atas, dan coba kita renungkan hubungan diantaranya.
Misalnya, ada salah satu customer (retail pula) yang menulis komplain - kecewa atas pelayanan company kita - di account facebook nya. Unfortunately, nih customer termasuk kalangan gaul yang mobilitasnya tinggi, kemana-mana bawa BB-nya. Maka dalam hitungan detik saja, postingannya yang berisi (mungkin) sumpah serapah menyebar bak virus di dunia maya, melalui situs jejaring sosial juga BBM (Blackberry Messenger). Kemudian teman dari si customer melakukan forward ke teman yang lainnya dan seterusnya. Dalam sesaat saja citra produk dan company kita langsung memburuk di mata dunia, no matter the reason why....
PR buat kita sebagai IT people adalah memikirkan suatu solusi, semacam aplikasi yang secara otomatis melakukan feed dari situs-situs jejaring sosial terkemuka (Twitter, Blog, Facebook bahkan YouTube) yang dapat memfilter semua thread atau posting atau apapun yang mengandung kata tertentu yang menjadi company brand kita, kemudian menyajikannya dalam suatu alert di ruang Customer Assistance Center. Melalui suatu dashboard cantik yang di-akses oleh seorang Customer Care agent, maka team dapat segera melakukan tindakan recovery layanan.
PR lain ya tentu saja melayani pelanggan dengan baik, menyajikan produk unggulan dengan layanan purna jual yang prima pula. Akhirul kalam, Can we delight everyone at the same level? Bisakah kita memuaskan SETIAP user dan customer kita?
Jadi ingat tagline film seri TV jaman dulu - Renegade, "Justice maybe blind, Our Customers aren't".
– Syam Wasito –
Picture: www.boonews.com dan www.courts.michigan.gov



.jpg)



