Tampilkan postingan dengan label Travel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Travel. Tampilkan semua postingan

18 September 2010

Travel: Kartika Wijaya Heritage Hotel - Batu

Kota Batu dikenal umum sebagai kota apel. Tidak cuma udaranya yang sejuk dan segar, namun juga panorama bebukitan hijau Panderman yang cantik menjadi daya tarik kota kecil ini. Bila Anda berkesempatan mampir di Batu, ada banyak object wisata di sekeliling kota yang bisa dikunjungi. Sebut saja Sengkaling, Selecta dan Songgoriti yang sudah dikenal dari tempo doeloe. Adapula next generation seperti Jatim Park 1 & 2, dan Batu Night Spectacular (BNS). Satu hari tak akan cukup untuk menjelajahi tempat-tempat menarik tsb.


So, butuh tempat bermalam? Coba saja Kartika Wijaya Batu Heritage. Hotel yang terletak di jantung kota ini dapat ditempuh dalam waktu 20 menit dari kota Malang, jaman opa-oma dulu dikenal sebagai Kleine Schweiz atau Little Switzerland. Mungkin karena arsitektur bangunannya, terutama area Lobby yang bergaya kuno. Jadi ingat bentuk Loji-loji (rumah bangunan jaman Belanda, biasanya terletak di pinggir jalan raya besar).

Ada 79 kamar dengan 3 pilihan kelas (Junior Suite, Superior dan Deluxe). Saya berkesempatan mencoba kelas Deluxe pada libur lebaran lalu. Simple dan bersih seperti hotel kebanyakan. Nuansa lebaran telah terasa sejak masuk pintu kamar. Ada hiasan bedug kecil + ketupat. Di sudut meja rias ada welcome snack dan roti unyil berhias ketupat di tepi keranjang dan toples-nya.



Jangan berharap Anda menemukan AC di dalam ruangan hotel yang terletak 900 meter di atas permukaan laut ini. Karena dinginnya hawa pegunungan pun sudah cukup menyejukkan suasana liburan Anda. Pun begitu Anda membuka jendela kamar, Wow...deretan bukit hijau yang dihiasi kabut tipis mulai turun menyentuh kota. Nun jauh pohon cemara, pinus dan kelapa berbaris berjajar seakan jadi pagar hotel yang luasnya 2 hektar itu.


Ada fasilitas kolam renang, Restaurant Majapahit dan Coffe Shop Brawijaya yang buka 24 jam. Jangan lupa pesan Wedang Ronde nya ya...

Mau coba? Alamat lengkapnya di Jl. Panglima Sudirman 127 Batu - Jawa Timur. Atau via telp (62-341) 592600 atau email hotinfo@kartikawijaya.com

(Syam Wasito)

04 April 2010

Travel: The Banten Resort - Anyer


Beberapa tahun silam, saat lagu “Antara Anyer dan Jakarta” tengah dipuncak chart radio, seakan ikut menandai kepopuleran Pantai Anyer (selain kawasan Puncak Bogor) sebagai tujuan Wisata utama warga Jakarta di kala itu. Kini dengan munculnya kawasan Wisata yang “lebih baru”, yang makin mengarah ke selatan Pantai Anyer – seperti Pantai Carita dan juga Tanjung Lesung – tak membuat Pantai Anyer menjadi surut dan layu.

Di pembukaan tahun 2010 yang lalu, saya dan keluarga kembali mengenang kejayaan lagu yang dibawakan oleh penyanyi negeri jiran ini, Sheila Majid. Adalah The Banten Resort, salah satu tempat menginap yang menurut saya cukup Wokey di kawasan Anyer ini.


Terletak di Jalan Raya Sirih, Km 16 Anyer Banten, atau tepat di sisi kanan jalan raya Anyer. Di antara pohon kelapa yang tumbuh di tepi pantai, The Banten Resort menyediakan “hanya” sekitar 10 cottage yang langsung menghadap pantai dan laut. Tidak terlalu luas memang lokasinya, tapi cukup cozy dan romantic. Harga resort yang ditawarkan per malam, berkisar di antara 1,8juta hingga 2juta rupiah tergantung type dan view-nya. Setiap rumah resort terdiri dari 2 kamar tidur, 2 kamar mandi, ruang tamu + TV Cable, lemari es dan dapur.


Cukup banyak aktifitas yang dapat dilakukan di resort ini: Banana Boat, sewa jet ski, bermain layang-layang, sewa body boarding, bergaya dengan temporary tattoo, atau merasakan traditional massage dari ibu-ibu yang banyak menawarkan jasanya (Rp 50.000/jam) di Gazebo yang disediakan pihak resort. Dan pilihan lain selain berenang dan bermain-main air tentunya, Anda bisa belanja-belanji aneka oleh-oleh khas daerah ini seperti otak-otak ikan, ikan asin berbagai jenis, emping belinjo dan lain-lain sembari melihat pemandangan laut, nun jauh disana deretan kecil kepulauan dan kapal besar yang mondar-mandir.


Jadi, buat Anda yang butuh suasana lain, monggo aja mampir ke The Banten Resort untuk sekedar picnic keluarga dan berenang di swimming pool dan Jacuzzi-nya dengan merogoh kocek Rp 50.000,-/orang (plus gratis handuk bersih) atau bila ingin bermalam disini silahkan reservasi di Telpon: 0254 – 600982 atau Fax: 0254 – 600979.

“Deru sang Ombak, bersilir ke pantai…” Let’s sing along…everyone. Yuk ke Anyer...kan nggak jauh dari Jakarta.


(Syam Wasito)

27 Februari 2010

Travel: G.H Universal Hotel - Bandung



Dalam kesempatan mengikuti sebuah workshop dan product knowledge di Bandung, di undangan tertulis bahwa acara di gelar di G.H Universal Hotel. Rekans yang biasa mondar-mandir Jakarta-Bandung pun bertanya-tanya, nih Hotel di sebelah mananya Bandung ye?

Mobil jemputan membawa kami naik ke arah Lembang. Tidak beberapa jauh setelah Terminal Ledeng, ternyata Grand Hotel Universal berada di sebelah kanan jalan, atau tepatnya di Jl. Dr. Setiabudhi No.376 Bandung.


Wow...atmosphere hotel baru berbintang 5 ini memang Beda. Ketika baru mendarat di lobby hotel, dibelakang terpampang bangunan modern namun bernuansa Renaissance plus kolam renang biru jernih di jantung plaza-nya. Tanpa ba-bi-bu lagi, segera saya ambil fotonya pakai ponsel dan send ke beberapa rekan. Walhasil, komentar pun segera bermunculan...wah lagi di Eropa ya Bro? Di kota mana nih? Paris atau Budapest? Hehehe. Yup betul, its Paris van Java.

Setiap detil arsitektur, baik interior maupun eksterior memang Europe banget deh. Apalagi dimana-mana terdengar lamat-lamat musik classic dari segala sisi dalam hotel.


Saya dan seorang rekan kebagian kamar ukuran Double Queen yang terdiri atas 2 tempat tidur twin. Rate-nya sekitar 1,7juta per malam. Worth to try deh guys, ok juga buat refreshing and ganti suasana.

Makan pagi seperti hotel lainnya disajikan dengan buffet. Standar sarapan eropa dipadu sedikit makanan lokal macam bubur Ayam (dan ada juga Gudeg!). Makan siangnya juga taste Good. Employee nya ramah. Dan kebanyakan tamunya justru adalah business people, kelihatannya dari berbagai instansi yang sedang ada pelatihan di Bandung dan sekitarnya.

Oh ya, hotel ini katanya juga menyediakan paket Honeymoon dan juga seringkali dipakai sebagai lokasi foto Pre-Wedding. Untuk info lebih lanjut, monggo aja telpon ke 022-201-0388 atau email: info@ghuniversalhotel.com

Selamat berfoto, eh selamat menginap.

(Syam Wasito)

27 Agustus 2008

Travel: Hongkong & Budaya Lalu Lintas




Secara umum, mobil-mobil di HK tidaklah lebih bagus daripada di Jakarta. Selain itu, motor juga jarang banget disini. Itu pun mayoritas jenisnya adalah skutik alias scooter matic. Dan karena kota yang kecil, maka orang akan berpikir berkali-kali untuk memiliki kendaraan pribadi. Bayangkan saja bensin di SPBU (mayoritas Shell punya) harganya HKD 16/liter. Belum lagi ongkos parkir yang mencapai HKD 30/jam. Wow!!



Pilihan kendaraan umum cukup beragam, ada taxi, Double Decker (bis tingkat) juga MTR (kereta cepat). Taxi-nya pun menurut saya masih lebih cool taxi-taxi di Indonesia. Di HK taxi-nya seragam (Toyota Crown), dan hanya ada satu warna saja yaitu merah. Lucunya disini sopir taxinya malah tidak seragam bajunya. Malah ada yang nyetir sambil pakai TShirt dan celana boxer doang :)




Kalau lihat double decker-nya, jadi ingat masa kecil di Surabaya dulu waktu lagi musim bis tingkat warna abu-abu jurusan Aloha - Waru Sidoarjo. Bedanya disini, driver bisnya banyak juga yang kaum perempuan. Demikian pula mobil-mobil besar pengangkut cargo di Airport-nya. Kalau di Jakarta kan banyak juga driver busway yang cewek.

Hal lain yang menarik perhatian saya, di HK jarang sekali terdengar orang yang pencet klakson. Hmm...Setelah coba saya amati, mobil dan motor hanya berhenti sebentar, so kendaraan yang di belakangnya jadi sabar menunggu.


Masyarakat HK lumayan disiplin untuk urusan menyeberang jalan. Di tiap zebra cross, ada semacam audio pilot yang memandu orang menyeberang jalan. Nit...nit...nit.. semakin cepat berbunyi artinya pejalan kaki harus semakin cepat jalannya karena sebentar lagi lampu akan menyala hijau dan giliran mobil-mobil mulai jalan lagi.



Wah, pas lagi asyik mengamati budaya masyarakat HK dalam ber-lalu lintas, tiba-tiba saya rasakan terpaan angin yang terasa basah seperti ada cipratan air hujan. Oalah, ternyata cuma "hujan lokal". Ya, hujan lokal ini akan banyak kita jumpai di sepanjang trotoar dan asalnya dari tetesan outdoor AC yang "kurang" terawat dari flat-flat di daerah "kumuh"nya HK.



(to be continued…) Syam Wasito

08 Agustus 2008

Travel: Hongkong "Pelabuhan Yang Wangi"

Menurut local guide yang memandu saya, Hongkong dalam bahasa setempat berarti "Pelabuhan yang Wangi". Dan memang dari beberapa sea side yang sempat saya lewati di HK, ga ada tuh yang bau amis ikan :) dan bersihnya juga luar biasa, tidak ada sampah berceceran. Padahal HK juga katanya tempat bagi pelabuhan kontainer terbesar di dunia.


Malah yang saya dengar, karena traffic kapal-kapal internasional di pelabuhan-pelabuhan inilah pemerintah HK bisa "kaya". Jadi mereka tidak perlu lagi memungut pajak yang melangit ke warganya. Tapi, jangan coba-coba merokok di sembarangan tempat di HK ini ya, dendanya bisa mencapai $ 5.000 lho. Padahal uang saku kita juga ga nyampai segitu :) Belum lagi harga sebungkus rokok di Circle K atau Seven-Eleven (minimarket-nya HK, semacam Indomaret & Alfamart di sini) yang dijual seharga $ 40 per bungkus. Pokoknya pemerintah benar-benar mempersulit warganya yang hobi “membakar uang”. Hmm, sumber pendapatan yang patut kita pikirkan?!

Cerita lebih lanjut tentang uang, selain dollar Hongkong, USD juga diterima secara luas di HK. Disini ada 3 lembaga keuangan semacam BI (Bank Indonesia), yang masing-masing mencetak versi uangnya sendiri-sendiri. Ada HSBC, Standard Chartered dan Bank of China. Jadi di HK dapat kita jumpai 3 versi pecahan $20 misalnya, gambarnya pun berbeda-beda. Jadi asyik juga kalau mau dikoleksi.


(to be continued…) Syam Wasito

Travel: Hongkong Beauty of Nature & Modern Civilization

Setelah menempuh perjalanan 4 jam 8 menit dari Jakarta, kesan itu lah yang pertama muncul di benak saya. Betapa keindahan alamnya yang (kata local guide) memiliki sekitar 233 pulau (kalau tidak salah 3 pulau terbesar adalah Kowloon, pulau Hong Kong dan the New Territories), terdiri atas bukit-bukit hijau yang berbatasan langsung dengan laut.



Hampir semua pulau-pulau tersebut terhubungkan dengan jembatan (modelnya kayak jembatan San Fransisco) atau terowongan bawah laut. Nah inilah yang mewakili aspek peradaban modern. Selain juga gedung-gedung pencakar langit yang berserakan seantero HK. Bagaimana tidak, luas wilayah yang sempit dan harus menampung sekitar 6.92 million (pada 2007) populasi penduduk serta tingkat pertumbuhan penduduk 0.8% mau tidak mau apartment dan flat adalah pilihan untuk tinggal. Bahkan pemerintah sampaimenguruk sebagian lautannya agar dapat dibangun gedung-gedung bertingkat lagi.

Local guide saya punya cerita tersendiri tentang apartment ini. Menurutnya, harga sewa per bulan flat dengan fasilitas ruangan studio, plus 1 kamar mandi & 1 dapur bisa mencapai $6.000/bulan (rate $1 = Rp 1.200,-), belum termasuk service charge bulanan sekitar $2.000/bulan untuk keamanan dan kebersihan. Mahal banget. Saya teringat bila dibandingkan dengan kontrakan "rumah petak" sodara saya di kawasan Rawa Domba - Jakarta Timur. Dengan luas yang sama "hanya" Rp 600.000/bulan :)



Tak heran bila karena biaya hidup yang mahal ini, maka suami-istri di HK harus sama-sama bekerja agar dapat hidup "layak". Kalau tidak, mereka harus sharing tinggal bersama di dalam flat dengan keluarga lainnya, plus musti "berantem" tiap hari karena urusan sepele berebut kamar mandi atau dapur.



Wah, kalau sudah begini rasanya tinggal di Indonesia is the best ya!! Makanya saya tidak mau berlama-lama di HK, 4 hari saja. Hehehe.


(to be continued…) Syam Wasito